Makna Pemberian Ulos Dalam Upacara Adat Suku Batak

   Keragaman Budaya yang ada ditanah air kita selalu menarik untuk dipelajari.Terdapat ribuan suku yang bisa kita temukan di Indonesia.Mulai dari suku Jawa,Sunda ,Bugis Dan Suku Batak.Pembahasan kita kali ini akan ditujukan kepada salah salah satu suku terbesar yakni suku Batak.

    Dalam Budaya suku Batak ada salah satu ciri khas saat acara adat berlangsung.Kita bisa melihat adanya pemberian ulos dalam acara adat tersebut.Dalam hal ini pemberi ulos adalah pihak pemberi anak perempuan kepada pihak laki-laki.Dalam bahasa Batak disebut Hula-Hula akan memberikan ulos kepada borunya saat acara adat berlangsung.

    Tentunya pemberian ulos yang dilakukan Hula-Hula kepada borunya memiliki makna secara Filosofis.Untuk memahami makna filosofis pemberian ulos tersebut ,perlu untuk dipahami terlebih dahulu bahwa pemberian ulos dibagi kedalam tiga kategori,sebut saja pemberian ulos saat kelahiran seorang anak ,yang kedua pemberian ulos saat pernikahan ,dan yang terakhir pemberian ulos saat acara kematian.

   Pemberian ulos saat kelahiran anak , setelah kelahiran anak ,keluarga akan menggendongnya dengan ulos .Dari sini kita dapat pahami yang diberikan ialah ulos paroppa (Menggendong) yang dimaknai sebagai pelindung berdasarkan sejarah munculnya.Kemudian yang kedua ialah pemberian ulos saat acara pernikahan ,setelah dewasa tentunya setiap orang ingin membangun sebuah rumah tangga.Seorang pria dewasa akan menyatukan diri dengan perempuan pilihannya dan disahkan melalui pernikahan suci.Dalam hal ini pihak Hula-Hula akan memberi ulos kepada mempelai pria dan disebut sebagai ulos Hela.

    Biasanya saat acara pernikahan akan banyak ulos yang diberikan kepada kedua mempelai dengan menaruh dipunggung kedua pengantin .Makna yang tersirat disini merupakan sebagai simbol pengikat kedua pengantin dan berisi doa dan restu dari pihak keluarga.Kemudian yang terakhir pemberian ulos saat acara kematian.Jenazah yang meninggal yang ditutupi dengan ulos dan disebut sebagai ulos saput.Pemberian ulos saput sebagai simbol doa supaya roh yang meninggal diterima disisi Tuhan yang maha esa.Dalam acara kematian pihak Hula-Hula juga akan memberikan berbagai nasehat kepada keluarga yang lagi berduka.

Tinggalkan Komentar