
Keberanian pengacara (KS) Kamarudin Simanjuntak menangani kasus kematian Brigadir Yosua ,kini mendapat hambatan dari serangan kuasa kegelapan.Kami dan rekan pengacara lainya telah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari kuasa gelap ,Ujar (KS) Kamarudin Simanjuntak ,Rabu 25-01-2023 ,Jakarta.
Sikap berani Kamarudin S dalam menangani kasus kematian Brigadir Yosua patut diacungi jempol.Walaupun menghadapi banyak rintangan termasuk teror tidak membuat Kamarudin S merasa takut.
Bukti keberanian Kamarudin S jelas terlihat ketika dengan lantang mengungkap dalang pembunuhan Brigadir Yosua.Tidak tanggung-tanggung dia sedang berhadapan dengan pejabat utama ditubuh Mabes Polri.
Diawal kasus banyak orang yang berusaha menghalangi dan menasehati supaya Kamarudin S bersikap hati-hati.Dengan pantang menyerah Kamarudin tetap maju sebagai pengacara keluarga alm Brigadir Yosua.
Ditengah perjalanan kasus kematian Brigadir Yosua,tiba-tiba muncul serangan gaib kepada Kamarudin S dan rekan lainya.Melalui keteranganya saat wawancara bersama Uya Kuya ,Kamarudin mengatakan ,serangan gaib pertama yang dialami ialah adanya serangan kucing Hitam kekantornya.
Saat berada di kantor tiba-tiba ada kucing hitam berusaha masuk kedalam kantor.Tidak bisa masuk akhirnya kucing itu naik keatas mobil.Melihat ada kucing hitam Kamarudin S langsung teringat dengan nasihat orang tua supaya langsung berdoa. Kamarudin S juga langsung mengambil bambu dan berusaha mengejar kucing itu tetapi langsung menghilang.
Serangan lain yang dirasakan rekan Kamarudin S ialah bahwa pengacara Jhonson Panjaitan tepar selama tiga bulan.Makanya dulu diawal kasus Jhonson Panjaitan gencar tampil di media ,tiba-tiba langsung sakit selama tiga bulan.
Menangani kasus pembunuhan Brigadir Yosua merupakan perkara yang sangat berat.Hal itu disebabkan kita menghadapi natural dan Supra natural ,tetapi puji Tuhan kita bisa Selamat ,ujar Kamarudin S
