
Suku Batak terkenal karena memiliki peradababan budaya yang tinggi. Setiap orang Batak sangat teguh mempertahankan nilai -nilai adat -Istiadatnya, dimanapun berada.
Dalam menjalankan ritual adat Batak, tentunya kita sering melihat adanya pemberian ulos. Biasanya pihak yang memberikan ulos ialah Hula-hula. Untuk penerima ulos disebut pamoruan (pihak anak perempuan).
Pemberian ulos tentunya memiliki makna penting dalam ritual adat tersebut. Melihat dari makna filosofis, pemberian ulos oleh Hula-hula kepada borunya, dimaknai sebagai simbol doa restu, harapan, dan kebaikan hidup.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini ada tiga jenis ulos yang sering digunakan dalam ritual adat Batak. Walaupun sebenarnya masih banyak jenis ulos yang terdapat dalam budaya Batak.
Pertama, ULOS RAGI Hotang, jenis ulos ini atau Ragi hotang digunakan saat acara pernikahan. Biasanya orang tua sigadis akan memberikan ulos kepada kedua pengantin. Secara simbolis ulos Ragi hotang dimaknai sebagai harapan agar kedua pengantin memiliki ikatan batin yang kuat seperti rotan.
Berikutnya, ulos yang digunakan saat upacara adat kematian. Jenis ulos yang digunakan saat acara berduka cita disebut dengan ulos Sibolang.Ulos ini bercorak warna-warni atau belang. Kain ulos Sibolang masih tergolong sebagai kain tenun yang derajatnya paling tinggi.
Dalam sebuah upacara adat kematian, diberikan kepada seseorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya. Sebagai tanda menghormati jasanya selama menjadi istri almarhum.
Tak kalah pentingnya dengan kedua jenis ulos yang disebut diatas, Ulos Mangiring atau disebut juga ulos parompa. Suku Batak, akan merasa bahagia atas adanya suatu kelahiran di dalam keluarganya.
Menyambut kelahiran anak, pihak Hula-hula akan pergi mengunjungi borunya. Hula-hula akan memberikan ulos Mangiring atau parompa kepada anak yang lahir. Dengan harapan, si anak dan ibunya selalu dilindungi Tuhan. Semua keluarga juga berharap, pemberian ulos Mangiring, bisa mengiringi kelahiran berikutnya. Dengan pengertian lain, anak yang lahir nantinya kelak memiliki adik yang banyak.









