IBU KANDUNG BRIGADIR JOSUA MINTA KEADILAN DITEGAKKAN

Sambil menangis, Ibu kandung Brigadir Josua , (RS) Rosti Simanjuntak, berharap supaya semua pelaku pembunuhan terhadap anaknya segera dihukum berat. Permintaan itu disampaikan langsung saat wawancara dengan salah satu awak media, pada hari, Rabu, 07-09-2022 , Kota Jambi.

Dari hasil pantauan video yang telah beredar luas di media sosial, Ibu kandung Brigadir Josua, (RS) terlihat masih sangat terpukul atas kematian anaknya, dengan masih sering mengurung diri dan belum kembali bekerja sebagai pengajar. (RS) mengaku belum bisa tenang sebelum pelaku pembunuhan terhadap Brigadir Josua mendapat hukuman setimpal.

Dalam kesempatan itu juga, (RS) berharap supaya para penegak hukum bisa bersikap adil. Tangkap semua pelaku yang terlibat, dan hukum sesuai dengan perbuatanya. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, dan harus transparan sesuai dengan arahan Bapak KAPOLRI. Mengingat nyawa anak merupakan seuatu yang sangat berharga bagi kami, ucap (RS) dengan nada sedih.

DRIVER OJOL KOTA DEPOK TOLAK KENAIKAN TARIF

KABAR BONA PASOGIT, SELASA 30-08-2022 Rencana kenaikan tarif Ojol yang diusulkan oleh Pemerintah, mendapat penolakan dari puluhan Driver Ojol Kota Depok. Sikap penola- kan itu diutarakan langsung oleh beberapa Driver Ojol, disela-sela diskusi sesama Driver, pada hari Senin, 29-08-2022, Kota Depok.

Isu Kenaikan tarif Ojol sudah berhembus beberapa pekan lalu, dan telah menimbulkan perbedaan pendapat dikalangan para Driver Ojol. Salah satu pendapat pendapat yang ber- kembang saat ini ialah munculnya penolakan kenaikan tarif Ojol. Seperti yang diutarakan seorang Driver Ojol Kota Depok (US) mengata- kan, kenaikan tarif akan membuat beban kon- sumen semakin bertambah. Dengan adanya penambahan beban yang dirasakan konsumen bisa berdampak terhadap penurunan order.

Belum naik tarif saja, sudah susah untuk cari order, apalagi tarif naik, tentunya akan mem- buat keadaan semakin sulit. Menurut ( US) dan rekan-rekan, solusi yang dibutuhkan saat ini ialah, adanya kebijakan dari pihak operator untuk memangkas komisi yang dibebankan kepada Driver. Dimana saat ini biaya yang dibebankan kepada Driver ialah sebesar 20 % per order . Menurut (US) dan rekan, seharus- nya potongan komisi berkisar 10℅ untuk satu order.

(US) dan rekan-rekan berharap supaya pemerintah bisa menjembatani komunikasi antara Operator dan Diriver Ojol. Pemerintah harus bisa bersikap adil, jangan hanya mendengar keinginan pihak operator saja. Para Driver Ojol akan mengalami peningkatan biaya operasional, sehubungan dengan adanya rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM, ujarnya.